Senin, 08 September 2014

LIKA-LIKU KELOKAN KEHIDUPAN

Dulu saat gue masih sekolah tepatnya beberapa bulan yang lalu, gue nggak sabar pengen segera kerja biar bebas dari semua siksaan tugas sekolah dan juga guru-guru yang semakin rempong tingkah lakunya.

Gue berpikir setelah tamat dari sekolah, sebuah brand new day yang bakal ceria akan menyapa hidup gue untuk seterusnya. Tapi yang gue hadapi setelahnya adalah cambukan kehidupan yang menggelegar saat gue sedang dalam proses mencari pekerjaan. 3 Bulan menganggur membuat gue menjadi cukup pesimis apa gue akan dapat pekerjaan ataukah engga, nggak cuman satu-dua perusahaan yang gue datengin. Bukan masalah selalu di tolak, beberapa perusahaan malah ada yang menerima gue langsung untuk bekerja tanpa embel2 tes yang sulit. Tapi mungkin itu belum rejeki karena gaji yang ditawarkan ternyata jauh dari persepsi awal gue ditambah lagi dengan jarak tempat kerja tersebut.


Di masa penantian itu gue kembali terobsesi pada kehidupan setelah gue menganggur. Gue membayangkan dan tidak sabar untuk berada di kehidupan dimana gue sudah mendapatkan pekerjaan. Gue lalu membayangkan dan sedikit berangan-angan betapa enaknya kalau sudah ada kesibukan alias bekerja. Hingga pada saat itu gue merasa bosan yang teramat sangat untuk berada dirumah dan wara-wiri mencari kerja.

2 September 2014 akhirnya hal yang gue tunggu2 pun tiba. Setelah melalui rangkaian tes yang panjang dan melelahkan akhirnya gue diterima kerja di sebuah rumah sakit di dekat rumah dengan kontrak kerja 3 bulan sebagai masa training dan selanjutnya akan kontrak selama setahun. Meskipun gaji yang ditawarkan jauh di bawah standar, tapi gue merasa sangat excited untuk menjalani pekerjaan tersebut karena jaraknya sangat dekat dengan rumah gue, bahkan gue bisa berangkat dengan berjalan kaki. Gue sangat merasa blessed. Gue bersyukur akhirnya setelah penantian panjang itu hidup gue dapat berlabuh di sebuah rumah sakit sebagai tenaga administrasi. Dalam bayangan gue saat itu, pekerjaan yang akan gue jalani itu hanya merapikan dokumen2, membuat atau mencatat dokumen2 di office nya rumah sakit. 

Tapi hari pertama kerjaaaaaaa, tau nya administrasi di sana itu berarti kasir. Merangkap juga sebagai customer service karena mengangkat2 telpon yang berdering sepanjang waktu, juga sebagai akuntan karena berjibaku dengan uang dan jurnal-jurnal laporan entah itu manual atau dengan komputer, juga merangkap sebagai pembuat dokumen2 kelahiran (karena itu rumah sakit Ibu dan Anak), dan hampir semua divisi entah itu divisi apoteker, asisten dokter, suster2, semua berpusat di divisi administrasi. Di divisi ini harus memeriksa apakah nota di dokter segala dokter, di lab, di radiologi, di suster rawat inap, semua harus dicocokkan dengan nota atau dokumen di kita (divisi administrasi).

Hari pertama kerja gue dan satu temen gue yang sama2 anak baru di divisi itu hanya bertugas untuk mengamati pekerjaan para administrator yang lama. dan di hari itu juga gue langsung pusing karena pekerjaan mereka itu sangat buanyaaaakkkkkkkkkkkkkkk...

Bagaimana gue akan bisa seperti itu??? Bekerja dan bergerak secepat kilat, berpikir dan mendengar setajam pedang,,, 

Hari kedua gue langsung mulai praktek melayani pasien  plus pegang uang berjuta-juta dengan di dampingi satu orang senior.

Hari kedua, ketiga hingga keempat, gue rasanya udah sangat-sangat nggak betah dan ingin keluar. Tapi gimana??? kontrak kerjanya selama 3 bulan, lagian gue baru juga bekerja selama 4 hari... Mata gue mulai terbuka bahwa hidup ini memang benar-benar butuh orang yang kuat dan tegar dalam kesulitan mereka. Dan orang-orang yang tetap berdiri setelah kaki mereka dicambuk hingga darah berderai menyeruak dan rasa sakit mengibas-kibasnya, mereka adalah orang yang sangat hebat... Termasuk di dalamnya adalah bapak emak gue...

Hari ke 8 bekerja, dan gue masih dipusingkan dengan pembuatan laporan yang bermacam-macam rupanya, ditambah dapat shift sore dimana pasien di jam2 ini mencapai puncaknya. Di titik ini gue sadar. Apapun itu, sekarang PILIHANNYA HANYALAH, terus berjalan meski dengan menyeret kaki, atau melangkah dengan langkah yang terseok-seok atau berlari meski jalanan dipenuhi dengan paku dan batu yang sangat terjal...

Dan pilihan gue sekarang adalah terus berlari meski kaki dipenuhi luka dan hujatan dari pelatih yang menginginkanku untuk terus maju dan memenangkan perlombaan ini. Yang hadiahnya adalah sesuatu yang indah untuk ku nanti. Yaitu jiwa, pikiran dan perilaku yang berkualitas sebagai orang dewasa nanti. Dan tentunya ini akan sangat bermanfaat untukku dalam menghadapi masalah...


Oh temannn... Sebenarnya ingin sekali ku membagi cerita kepada teman-temanku yang selama 3 tahun ini selalu menemani langkahku menjadi manusia yang lebih manusiawi. Karena akupun tak ada tempat lain yang dapat untukku berbagi penderitaan ini. Agar sedikit dapat mengurangi beban yang mencederai bahu dan hati ini.

Tapi sungguh, aku tidak tega jika mereka harus mendengarkan jalan yang menggetirkan hidupku ini. Dari ceritaku itu, aku tidak ingin mereka berpikiran bahwa bekerja itu sungguh-sungguh berat. Dan akhirnya akan mempengaruhi semangat mereka dalam menjalani kehidupan bekerja mereka, mengingat mereka juga ada beberapa yang belum mendapatkan pekerjaan. Aku tetap ingin mereka memandang dunia kerja sebagai sesuatu yang menyenangkan dan sesuatu yang layak untuk ditunggu-tunggu. I LOVE YOU guys, cukup gue yang merasakan ini...

Sungguh aku ingin melambaikan tangan sebagai tanda bahwa aku tidak kuat lagi, tapi apa daya, tidak ada kamera yang on sehingga tidak akan ada bala bantuan dari orang lain. Hanya Allah lah yang akan membantuku. Dan pilihan yang tersisa hanyalah berdamai dengan apa-apa yang aku takutkan, dan berteman dengan ketakutan itu hingga ketakutan itu menjadi sesuatu yang sudah tidak menakutkan lagi...

Alhamdulillah,,, cukup lega bisa mengungkapkan hal yang selalu membelenggu pikiran ini.

Sabtu, 19 Juli 2014

Mengungkapkan Rasa

Jadi orang yang terlalu pendiem itu nggak baik. apalagi saking diemnya itu sampe jaim dan stay cool sampe-sampe orang lain itu bingung dan nggak tau sama sekali yang sedang kita pikirkan ato rasakan. Tapi jadi orang yang terlalu ekspresionis itu juga nggak baik, karena bakal menuntun kita menuju jalan kelabilan yang juga sering ngebuat orang lain bingung dengan emosi ato perilaku yang kita sampaikan secara sengaja atopun nggak sengaja.

Disini gue akan berbicara KEPADA dan SEBAGAI orang introvert yang dilengkapi dengan fitur jaim, stay cool dan sebagainya. Well guys, ternyata spesies macem kita ini sering ngebuat orang lain kikuk dan bingung sama kita. Karena apapun yang kita rasa kita atau tepatnya gue rasain itu cuman gue lampiasin dengan diem. Itu bagus sih tapi dalam catataaaaan, saat suasana emang udah bener-bener panas dan udah nggak nemu titik tengah dari permasalahan.
‘Dari pada nyerocos ngeluapin rasa panjang lebar plus pake tinggi tapi nggak di dengar, yaa mending diem. Karena percuma aja, toh dia ego nya lagi tinggi, nggak bakal mau dengerin apapun alasan gue.’
itu yang selalu ada dalam pikiran gue saat gue lagi menghadapi suatu situasi dengan kepala yang penuh dengan amarah dan kekesalan. Itu kausa prima atau alasan awal kali gue nyadar kalo gue jadi orang pendiem. Itu awalnya ya, dan gue selalu tanemin itu saat gue lagi dimarahin orang tua ato lagi ada masalah sama temen gue. dari yang awalnya cuman saat marah, lama kelamaan sipat yang begitu itu ketanam dalam alam bawah sadar gue dan tiba-tiba aja gue nyadar kalo gue ternyata nggak cuman ‘memendam rasa’ saat marah doang. Saat gue seneng, saat gue bener-bener bahagia dan ngerasa thankful  dan sayaaang banget sama seseorang, dominannya selalu gue pendem dan gue cuman memunculkan perilaku ‘sewajarnya’ ala gue.


Tapiii kebanyakan orang yang deket sama gue terutama orang tua gue, malah memaknai itu dengan arti yang sebaliknya. Mereka mengartikan reaksi gue itu dengan reaksi yang nggak seneng dengan benda/hal/berita itu. dan itu ngebuat hubungan gue sama orang lain yang deket sama gue itu jadi kaku, kikuk, mencekam, dan dingin, meskipun itu sama orang tua gue sendiri terutama bapak gue yang emang orangnya sama-sama stay cool gitu dehhh.

well guys, baru-baru ini gue menyadari satu hal yang penting bangetttttt. Bahwa orang-orang berspesies macem kita ini nggak seharusnya berbuat kayak gitu. Orang lain mana bisa tau kalo kita sayang, cintah dan feel blessed banget atas kehadiran mereka kalo kita nggak tunjukin dalam aksi yang nyata(hasssiiikk bahasanya). Emang sih, orang-orang macem kita ini dari luar biasanya dianggep orang yang misterius dan menantang untuk didalami (halllaaah ngomong opo), tapiii ini penting juga buat kita ngungkapin perasaan kita sama orang lain.
Yaa boleh lah, sekali-kali kalo bilang sayang seperti “emak sayaang” ato manggil “ bapakku tersayang” ato sekedar bilang I love you mom, dad atau bisa juga bilang makasih dengan intonasi yang unyu dan bisa mewakilkan rasa terima kasih kita pada mereka. Ataauuu kalo emang masih gengsi juga buat bilang makasih saat bapak atau emak melakukan sesuatu yang menyenangkan hati kita, bisa tuh sekali-kali langsung “Cuppp…” langsung aja sosor pipi keriput mereka. Tanpa bilang sepatah katapun, mereka akan langsung tau kalo kita bener-bener senang dengan apa yang mereka lakukan.
Biasanya itu yang pada awal-awalnya gue lakuin saat bapak gue pulang kerja tiba-tiba bawain bebek goreng kesukaan gue. “Cuppp” sambil cengar-cengir gengsi terus gue paksain bibir gue buat ngomong makasih pak… yaa meski awalnya itu rasanya nggak menyenangkan dan terpaksa bangettt, tapi memulai hal positif meski dipaksakan itu malah dianjurkan kok guys.
Dan gue yakin dalam hatinya, dulu bapak gue ngakak hebat saat untuk pertama kalinya gue cium dan bilang makasih atas apa yang dia lakukan. Setelah sekian lama kita cuman saling diem dan kaku (kecuali kalo ada pertandingan moto GP, tinju, film kungfu, dan hal-hal yang berbau laki lainnya, kita baru bisa agak cair dan ngobrol bebas).
Hal itu nggak cuman berlaku sama orang tua, tapi juga sama sahabat atau paling enggak ‘temen beneran’ lah ya. Yaa nggak mungkin ujug-ujug kita (cewe) bilang “hey mel (missal namanya amel), gue sayang sama lo, makasih udah jadi temen gue” terus tiba-tiba kecup kening kayak yang dilakuin ke orang tua. bisa-bisa kita dikira lesbian. Kalo sama temen ya nggak gitu ya guys. Yaa bisalah kode-kode dikit kalo sama temen mah. Misalnya kayak bilang, “ihh, gue seneng deh punya temen kayak lo” atau bisa juga “lo itu emang bener-bener temen gue yang jempolan deh!” disela-sela obrolan kalian.

Intinya sih, mau kayak gimana pun sifat kita, mau introvert kek, ekstrovert kek, mengungkapkan perasaan itu sangat penting. Pennnntiiiinggg…
Hal positif macem itu harus dibiasakan meski pada awalnya emang terasa berat dan gengsi banget. Hehe, semangat yang mau berubahh!!! Yang belum mau berubah, cobain deh… pasti unyu banget rasanya. Hahaha



Cerpen - Us

Dear My Trusted Friend

Suara seksi J’Mraz masih memeka di gendang telingaku. Namun begitu masih bisa ku dengar detak lemah jarum jam yang masih saja setia mematung pada dinding yang dingin. Tiba-tiba daftar putar beralih dan mengalunkan suara mantap dawai gitar. Tanpa berpikirpun otakku langsung dapat mengenali lagu ini. Lucky, yang menceritakan kisah LDR sepasang kekasih yang tidak lain adalah sahabatnya sendiri. Entah mengapa tiba-tiba otakku mengasosiakannya dengan kita. Kita? Ya, sebuah kata dengan empat alphabet dan dua buah suku kata yang begitu menggirangkan hatiku. Tapi entah mengapa pula, sejenak kemudian kegiranganku itu terporak porandakan.
Kita? Sebuah kata yang lebih jelasnya disebut aku dan dirimu. Kita? Yang juga mengindikasikan terjadinya jalinan diantara kita. Dalam konteks tali kasih? Pantaskah kita disebut ‘kita’? sedangkan kita sama sekali tidak pernah bersama dalam artian tatap muka tanpa rasa canggung dan kaku semenjak hari itu. Hari dimana kudengar pernyataan mengejutkan sekaligus menggembirakan darimu. Hari dimana sejak saat itu secara otomatis mengikat kita sebagai sepasang manusia yang orang sering menyebutnya sepasang kekasih. Ada apa denganmu? Mengapa segala hal yang terjadi setelah hari itu sangat berbeda dengan hal-hal yang telah kita lewati sebelum hari itu, sebagai seorang teman—yang sangat baik.
Apa kau benar-benar tidak menikmati keadaan kita sekarang ini? apa kau tidak merasa nyaman bersamaku? Apa ada sesuatu yang kurang dariku? ‘Dariku? Ya… dariku!!!’ tiba-tiba saja suara misterius bergumam dari dalam dadaku. Ya, tentu saja banyak yang kurang dariku. Jika dibandingkan dengan gadis yang kau sukai sebelumnya, tentu saja aku jauh lebih rendah darinya.  Jauuuhhh sekali, jika diibaratkan sebagai jarak dalam materi, tentu saja itu akan sangat jauh hingga menggapainya pun aku tak akan sanggup. Tidak akan. Karena akupun begitu berbeda dengannya. Bisa dibilang sifat maupun segala yang kumiliki sangat bertolak belakang dengannya. Dia, orang yang menggebu-gebu dan ekspresionis sedangkan aku, aku hanyalah aku. Sekumpulan organ yang berperangai kaku, kasar dan ‘sok cool’.  Jika hanya orang seperti dialah yang dapat membahagiakanmu, tentu saja kau tahu apa yang akan terjadi. Ataukah ini yang sedang terjadi padamu?
Kau akan merasa tidak bahagia denganku.

Jika hal itu memang benar, tentu saja aku akan membiarkanmu pergi dan sedapat mungkin membantumu untuk mendapatkan hal yang memang pantas untuk jiwa polos nan unik sepertimu. ‘Membiarkan aku pergi? Apa kau tak keberatan dengan itu? Apa itu berarti kau tidak menyukaiku sungguh?’ mungkin secarik kalimat itu yang akan menggeliat keluar dari otakmu. Dan jika itu benar terjadi, maka inilah jawabku untukmu: Menyukaimu? Tentu saja aku tidak sebatas itu. Tapi aku menyayangimu. Dan sekali lagi ingin kuberitahu kau bahwa jika seseorang menyayangi orang lain, orang itu akan melakukan berbagai macam hal untuk membahagiakan orang yang disayanginya tersebut. meski dengan derai kedukaan, dan rasa yang begitu sakit. Ya, rasa sakit. Rasa sakit yang amat sangat. Tapi rasa sakit itu akan lebih dan semakin menyayat jika harus melihat orang yang disayanginya itu hidup tanpa rasa bahagia. Meskipun harus pergi meninggalkannya, itu akan terasa lebih menenangkan ketimbang hidup bersama orang itu tapi tanpa sedikitpun dia merasa bahagia. Tidak percaya? Kau menyanksikannya? Percayalah, ini terbukti padaku. Dan kau pun akan merasakannya saat kau benar-benar menyayangi seseorang.
Kau ingin berkata bahwa cinta itu gila? Bahwa dunia semakin gila? Katakanlah… itu kenyataannya.

Aku memejamkan kedua mataku. Sejenak kudapati sosokmu yang tersipu-sipu dengan guratan indah membingkai wajahmu. Itu kau, ya, itu adalah kau. Kau sebelum kita menjadi seperti ini. kau yang dulu lebih sering menjahiliku. Kau yang dulu sering membuatku naik pitamku karena kelakuan jahilmu. Kamu… ya, kamu…
Kebahagiaanmu yang kuinginkan lebih dari apapun, senyummu yang kudambakan lebih dari siapapun. Senyum yang belakangan ini tak lagi ku dapati dalam wajah sendumu…
…Udah…


Dikasih Judul Apa Ya...

Bagi gue, manusia sempurna itu nggak ada. Tapi di dunia ini selalu ada yang namanya ‘lebih baik’. Gue bilang kesempurnaan itu nggak ada karena nilai kesempurnaan bagi satu orang ke orang lain itu relative. Satu orang dengan yang lainnya tentu aja punya kepribadian yang unik alias beda.
Orang yang egois, biasanya dipandang oleh sebagian orang sebagai orang yang menyebalkan dan buruk. Tapi bagi sebagian orang lainnya—seperti gue—orang yang egois itu lebih baik dari pada orang yang penurut. Karena apa? Karena gue sendiri adalah orang yang penurut dan tipe pengikut. Biasanya orang dengan keegoisan tinggi itu adalah tipe pemimpin yang pengennya selalu diikuti dan selalu jadi pusat perhatian.
Tipe pengikut jika dihadapkan dengan tipe pengikut juga, kemungkinan besar akan bingung kemana mereka berdua akan pergi. Bahkan dalam menentukan tujuan selalu ada kata atau setidaknya pemikiran abstrak ‘terserah lo aja’ yang biasanya karena rasa nggak enak. Nggak enak sok ngatur, nggak enak ntar dikirain sok tau dan sok kuasa. Dan akhirnya, mereka berdua nggak bergerak ke mana-mana. Tapi jika kedua tipe itu disandingkan, tidak menutup kemungkinan juga akan ada salah satu yang akan mengambil alih kemudi dan akhirnya dia yang akan selangkah lebih maju menjadi pemimpin.
Jika tipe pemimpin yang biasanya punya tingkat keegoisan lebih ekstra dan dihadapkan dengan yang sejenisnya, pasti akan selalu berantem. Meskipun tidak menutup kemungkinan mereka ada salah satu yang akan mengalah. Tapi biasanya jika dua orang dengan tipe ini disandingkan, akan lebih banyak konflik yang terjadi. Gue ambil contoh kasus temen gue. Dia punya pacar dengan tipe cerewet,
keras kepala, dan selalu ingin menyita perhatian atau dengan kata lain bisa disebut tipe pemimpin. Sedangkan temen gue itu juga bertipe sama. Psssttt, jangan bilang-bilang ya, mereka itu dua-dua nya sangat egois kalau sama pasangannya.
So, bisa diprediksi sendiri gimana keseharian mereka saat bersama. Meskipun seru karena mereka selalu punya bahan pembicaraan, tapi cekcok nggak pernah pergi dari mereka.

So, bagaimana jika tipe pemimpin (yang cerewet, selalu mau diperhatikan, superior, jadi leader dan pengen selalu diperhatikan egonya) disandingkan dengan tipe pengikut (yang penurut, manut, selalu mendengarkan, dan cenderung punya ego yang rendah). Yaps, mereka akan hidup harmonis dan bahagia selama-lamanya. Enggak deh, hidup bahagia selama-lamanya itu cuman ada di dongen anak kecil. Tentu aja akan ada konflik diantara mereka. Bisa karena si pemimpin yang sedang ada di titik jenuhnya selalu memimpin dan merasa mate nya itu nggak punya inisiatif untuk memulai sesuatu tanpa dirinya, atau bisa juga karena si pengikut kecapekan nurutin ego si tipe pemimpin yang terlampau besar. Well, disadari atau enggak setiap individu itu punya alter ego yang pastinya akan muncul juga suatu saat. Orang yang penurut suatu saat pasti akan berontak juga. Dan begitupun dengan si keras kepala, suatu saat dia juga akan bisa menjadi orang yang toleran.
So seperti yang gue katakan, nggak ada yang sempurna. Dan setiap individu baik dengan tipe pemimpin maupun pengikut, semuanya baik bagi gue. Dan masing-masing dari mereka punya perannya masing-masing.

Hehe, ini sih pendapat gue pribadi yang nggak jauh2 dari kata absurd…


Kamis, 19 Juni 2014

Lumpuh Pada Anak Kucing

Beberapa hari yang lalu anak kucing ku yang bernama lylo tiba-tiba saja mengalami kelumpuhan kaki belakang. Kondisinya adalah seperti ini: kedua kaki belakang seperti lumpuh atau seolah-olah tidak dapat menyangga bagian belakang kucing mungilku itu, namun kedua kaki depan Lylo terlihat tidak bermasalah. Hal itu disertai dengan tubuh lylo yang lemas dan terkadang mencret. 

Setelah searching sana sini tentang gejala lumpuh lylo itu, akhirnya aku hanya pasrah karena tidak tahu apa yang harus dilakukan selain membalur kaki mungil itu dengan freshcare (atau bisa dengan balsem/minyak urut). Beberapa hari kemudian tepatnya sekitar seminggu, kucingku dapat berjalan kembali seperti semula. Tingkah nakal dan manjanya kembali lagi. Yeaaaaa aku senaaang sekali. 

Tujuanku membuat postingan ini adalah untuk sharing kepada teman-teman sekalian yang punya permasalahan serupa dengan yang dialami Lylo. Aku bingung setengah mati dan hampir hilang harapan karena kukira Lylo sakit distemper atau sakit yang menyebabkan kematian lainnya. Karena, tidak ada satupun artikel yang menunjukkan penyakit dengan gejala seperti yang dialami Lylo tersebut dapat sembuh seperti sedia kala.

Dan syukurlah, meski aku tidak tahu apa penyakit Lylo dan apa penyebabnya, Lylo dapat sembuh dan bermain seperti sedia kala. Bahkan dia tambah nakal saja...

Salam: D-103

TIPS: Membuat Suara Serak Atau Ngerock

Lo pengen nyanyi? Suara lo pengen serak-serak basah kayak abis mimpi basah gitu? Tapi suara lu malah halus sehalus makhluk halus? Tenaang, disini gue punya tips buat lo-lo pada guys. Tips ini gue dapetin dari pengalaman gue pribadi. Dimulai dari beberapa abad silam *abaikan -_- * Dari nyoba satu tips yang dimulai dari minum air es terus ampe hidung gue meler-meler gegara flu sampe tips yang nyuruh gue makan gorengan biar suaranya serek tapi hasilnya malah muka timbul jerawat gara-gara muka tambah berminyak, itu udah gue cobain. Agak membantu sih, tapi dikit. Dikiiiit banget, kalo di prosentasiin nih ya, dari satu jari telunjuk, kemujarabannya nggak lebih dari sekuku.

Oke, nggak usah banyak basa-basi lah ya… Nih simak aja langsung. Berikut adalah tips manjur membuat suara menjadi serak-serak becheeck bin nge-rock.


  1.     Banyakin dengerin lagu yang nge-rock.
Dengan sering-sering dengerin lagu rock, lo akan banyak menemui cengkok-cengkok setiap penyanyi, atau setidaknya ciri suara yang beda-beda dari setiap penyanyi. Lagu-lagu yang cocok buat belajar point pertama ini contohnya seperti lagunya Avenged sevenfold yang Gunslinger, dear god, Civil War dan Sweet Child O’Mind nya GnR, lagu-lagunya linkin park seperti crawling, one step closer, breaking the habbits, paper cut, faint, from the inside, lagunya david cook, pink,   dan sebagainya, atau kalau mau yang local, lo bisa dengerin suaranya Divirza, kotak, judika, sandy sandoro, pinkan mambo dan penyanyi bersuara serak lainnya.

  2.     Nyanyiin lagu nge-rock
Langkah kedua ini yang paling penting nih. Teori nggak akan berarti apa-apa kalo nggak dipraktekin. Anggap aja point pertama itu sebagai teorinya, dan point ke dua ini sebagai prakteknya. Nyanyikan setiap lagu dengan nada yang hampir sama kayak penyanyi aslinya di setiap lagu. Tujuannya adalah agar lo terbiasa nyanyi dengan suara yang serak badai.

Kenapa nggak pake style suara kita sendiri?” mungkin sebagian orang bakal ngomong kayak gitu. Nggak salah kok, ikutin aja dulu teknik poin kedua ini sesuai perintahnya, nanti semakin lama semakin lo bisa buat nentuin suara serak, cengkok dan style yang sesuai dengan lo banget kok. Hehe, don’t worry, u’ll be your self soon.

  3.     Coba nge-rocking lagu slow
Nah jangan lupa buat implementasiin atau praktekin suara serak lo ke lagu-lagu yang bersuara netral atau biasanya pada lagu-lagu yang slow. Pasti bakal keren lagu yang suaranya lembut dan slow lo nyanyiin atau cover ulang dengan suara ala ‘lo banget’ yang serak-serak unyu itu. “Lagu yang kayak gimana contohnya?” nah, contoh lagunya pun bisa sembarang. Tapi usahain yang cengkok atau nadanya nggak ribet alias terlalu tinggi ato yang ekstrem rendahnya. Tapi kalo lo udah bisa mengatasinya, nggak masalah dan justru malah makin keren. Contoh lagunya bisa diambil dari lagu-lagunya Adele, One Direction, Last Child dan sebagainya.


Memang tips ini nggak pake jamu-jamu atau ramuan dan sebagainya. Kalo lo mau nambahin pake jamu/ramuan silahkan aja, karena mau minum minuman semanjur apapun kalo nggak banyak berlatih bakal sia-sia jamu yang lo minum itu. lo nggak bakal dapet nada-nada yang elo banget. Dan buat dapetin suara seperti ini nggak pake lama. Asal lo nyanyiin dengan suara serak setiap hari, sekitar 1-2 minggu lo bakal dapet suara yang serak-serak kayak gitu. Dan semua kembali pada ‘jam terbang’ lo dalam nyanyi-menyanyi.

Nah, gampang dan murah kan tips dari gue? Tunggu apa lagi? Ayo praktekin sekarang juga!


Nb: hasil dari teknik ini tidak permanen. Suara akan berubah kalo lo sering-sering nyanyiin lagu yang slow atau non-rock dan saat lo berhenti bernyanyi selama berminggu-minggu.

Salam: D-103

Sabtu, 14 Juni 2014

HTS: Hubungan Tanpa Sasa (Rasa maksudnya)


Menjalani sebuah hubungan itu idealnya dibumbui dengan bumbu-bumbu yang dapat menyegarkan hati dan pikiran. Seperti bagi sebagian orang, sayur tanpa sasa itu dianggap kurang mak nyusss. Dan sama dengan SASA, bagi gue sebuah hubungan itu harus ada rasa. Well, karena mengalami insiden break up dengan tidak baik dan hanya menyisakan rasa sakit karena sudah terlanjur punya rasa dan kemistri, beberapa hari yang lalu gue selalu meyakinkan ke dalam diri gue maupun temen-temen deket gue yang tau akan masalah versyintaan gue dengan seorang pria yang sebut saja namanya kumbang, gue selalu bilang bahwa si kumbang itu adalah orang terakhir yang gue jalanin masa pacarannya dengan sasa rasa cintah. Atau dengan kata lain, gue meyakinkan diri bahwa dalam pacaran ataupun hubungan selanjutnya, nggak perlu lah rasa cinta atau suka, cukup jalani aja apa adanya biar kalo break up nggak ada perlu ada rasa sakit. :v :v :v

Tapi kenyataan yang terjadi adalahhhh, nggak enak bingiiiittsss rasanya kalo pacaran ato berhubungan dengan tanpa rasa cinta. Rasanya pun hambar. Bilang sayang dan manggil 'ayang' pun rasanya begitu nyiksa. Haaaaa!!! Menyebalkan!



Well, kenapa gue bisa beretorika kayak di atas itu??? jawabannya adalah karena gue udah dan baru aja ngerasain sendiri rasanya pacaran dengan tanpa rasa sayang atoh cintahh. Rasanya benar-benar hambar dan penuh dengan rasa bersalah. Well, sebenernya gue juga ngga pernah bilang kalo gue suka/sayang/cintah dengan si pacar baru itu, tapi tetap saja rasa bersalah ini bejibun dan numpuk kayak gunung di hati gue. Gue paling nggak bisa dan muak kalo harus berpura2.

Ditambah lagi si dia--pacar baru--yang sebut saja namanya belalang, nggak mau putus. Entah apa motifnya yang sesungguhnya, gue nggak tau, gue nggak ngerti. Gue udah jelasin berulang kali kalo mendingan kita udahan aja dari pada menjalani ini dengan kepura-puraan dan rasa terpaksa, tapi dia tetep aja nggak mau putus. Het daaah, ini gue udah kayak princess aja sampe si belalang jadi sebegitunya, padahal gue cantik pun engga -_- 

Semua kata syintah, syayang, dan rayuan unyu yang sebenernya ngebuat perut gue pengen ngakak sejadi-jadinya, dia lontarkan, sampai-sampai bilang mau bener-bener serius sama gue. Helllaaawwww, sebegitu spesialnya kah gue. Tapi yaa gue nggak bakal percaya begitu aja, namanya mulut laki-laki semua bakal di lontarkan demi kemauannya. I dont care and i dont wanna care about things like that shit. Duckass!

Hwo... balik lagi ke pembicaraan awal. Gimana ya rasanya kalo kita mesti having relationship, gombal-gombalan bahkan tinggal serumah dan menghabiskan seluruh sisa hidup kita a.k.a. dunia pernikahan nanti dengan HTS? Hubungan Tanpa Sasa?? Sepertinya sulit, sangat sulit...

Dan bagaimana hidup gue nanti? Ahhh, entahlah, semakin dipikirkan semakin menyesakkan. Yaah, jalani aja lah dulu, tapi sampai kapan? Sampai pintu hati terbuka. Kapan? Entahlah..